KEGIATAN PENGAWASAN PEMANFAATAN DAN POTENSI SERTA PERMASALAHAN DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NUSA PENIDA

Berdasarkan Surat Undangan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Bali Nomor : 005/070/UPTD.KKPB/Dislautkan dan Surat Perintah Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi  Bali Nomor 13 Tahun 2021 tanggal 2 Pebruari 2021, maka pada tanggal 5 Pebruari 2021 UPTD. Kawasan Konservasi Perairan Bali berkolaborasi dengan Yayasan Coral Triangle Center (CTC) melaksanakan kegiatan pengawasan di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida. Pengawasan ini bertujuan memperoleh data pemanfaatan, potensi dan permasalahan yang ditimbulkan, mencegah adanya pelanggaran dalam pemanfaatan zonasi, pembinaan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya dan biota laut, serta sekaligus sebagai upaya dalam melaksanakan sosialisasi Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida.  Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. I Nengah Bagus Sugiarta (Kepala UPTD Kawasan Konservasi Perairan Bali) selaku Ketua Tim serta diikuti oleh UPTD KKP Bali (9 orang) dan LSM CTC (1 orang).

Gambar 1. Tim Gabungan Pengawasan KKP Nusa Penida (dok : UPTD. KKP Bali)

Patroli dimulai dari Pelabuhan Sampalan ke arah timur menuju perairan Desa Suana sampai ke Zona Inti Pantai Atuh/Batu Abah kemudian berbalik ke arah barat menuju kawasan Toyapakeh serta dilanjutkan menyisir kawasan Manggrove Lembongan sampai ke lokasi pontoon Bounty Cruise dan kembali ke Pelabuhan Sampalan. Tim Pengawasan mengumpulkan data dan informasi pelanggaran zonasi, pelanggaran pemanfaatan sumberdaya perikanan, pengelolaan wisata bahari, maupun dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat pesisir di KKP Nusa Penida. Data yang berhasil dikumpulkan sebagai berikut yaitu Jumlah Wisatawan : 25 orang; Jumlah Armada Pariwisata : 6 unit; Jumlah Nelayan/Penangkap Ikan : 21 orang (Hasil tangkapan : gurita 17 kg, ikan karang 3,5 Kg); dan Jumlah Armada Perikanan : 14 unit.

Gambar 2. Kegiatan nelayan memancing ikan (dok : UPTD. KKP Bali)

Beberapa pelanggaran yang dijumpai selama melaksanakan pengawasan adalah sebagai berikut : nelayan memancing di zona pariwisata bahari Suana (3); nelayan cess di zona inti Batu Abah (1); nelayan memancing di zona pariwisata bahari Batununggul (1); nelayan memancing di zona pelabuhan (1); nelayan memancing di zona pariwisata bahari khusus Ped dan Jungutbatu (4); nelayan memancing di zona pariwisata bahari khusus Lembongan (1). Nelayan yang melakukan pelanggaran zonasi langsung diperintahkan untuk segera pindah ke wilayah perairan yang diperbolehkan yaitu ke zona perikanan berkelanjutan. Khusus nelayan dari luar wilayah (Lombok) selain peringatan juga diberikan sosialisasi tentang keberadaan Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida.

Kegiatan lainnya berupa pengecekan kondisi pontoon BOC dimana berdasarkan informasi pada tanggal 4 Pebruari 2021, pontoon tersebut saat akan dipindahkan mengalami perlawanan karena arus dan gelombang yang kuat. Pontoon akhirnya tenggelam di sekitar perairan SD Point Ped (kurang lebih 500 meter dari pantai). Pengecekan ditujukan untuk memastikan bahwa pontoon tersebut tidak merusak ekosistem terumbu karang. Pemantauan juga dilakukan terhadap pontoon Bounty Cruise yang tenggelam di perairan Lembongan dengan menerjunkan Tim untuk melihat kondisi dasar perairan di lokasi. Setelah dilaksanakan pengamatan dengan snorkeling serta menyelam ternyata dibawah pontoon dasar perairan substratnya berpasir. Keberadaan pontoon Bounty ini sangat mengganggu alur pelayaran, membahayakan wisatawan dan apabila dibiarkan akan berampak terhadap kualitas perairan disekitarnya. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali akan memberikan teguran kepada perusahaan pengelola pontoon Bounty agar segera mengangkat dan memindahkan body pontoon yang tenggelam tersebut.

Permasalahan lainnya yang dijumpai selama patroli adalah banyaknya sampah baik organik dan nonorganik di sepanjang perairan KKP Nusa Penida. Hal ini mungkin menjadi perhatian bersama untuk tetap menjaga dan mengelola sampah agar tidak sampai ke laut. (nbs)

Gambar 3. Kondisi Pontoon Bounty dalam keadaan tenggelam (dok : UPTD. KKP Bali)