KEGIATAN PENGAWASAN PEMANFAATAN DAN POTENSI SERTA PERMASALAHAN DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NUSA PENIDA

Berdasarkan Surat Undangan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Bali Nomor : 005/042/UPTD.KKPB/Dislautkan dan Surat Perintah Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Nomor 7 Tahun 2021 tanggal 20 Januari 2021, maka pada tanggal 25 Januari 2021 UPTD. Kawasan Konservasi Perairan Bali berkolaborasi dengan Yayasan Coral Triangle Center (CTC) melaksanakan kegiatan pengawasan di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida. Pengawasan ini bertujuan memperoleh data pemanfaatan, potensi dan permasalahan yang ditimbulkan, mencegah adanya pelanggaran dalam pemanfaatan zonasi, pembinaan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya serta biota laut, sekaligus sebagai upaya dalam melaksanakan sosialisasi Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida. Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. I Nengah Bagus Sugiarta (Kepala UPTD Kawasan Konservasi Perairan Bali) selaku Ketua Tim serta diikuti oleh UPTD KKP Bali (9 orang) dan LSM CTC (1 orang).

Gambar 1. Tim Gabungan Pengawasan KKP Nusa Penida (dok: UPTD. KKP Bali)

Patroli dimulai dari Pelabuhan Sampalan ke arah timur sampai di perairan Desa Suana kemudian berbalik arah menuju kawasan Toyepakeh dan dilanjutkan menyisir kawasan Manggrove Lembongan untuk sebelumnya kembali ke Pelabuhan Sampalan.  Data maupun informasi pelanggaran zonasi, pelanggaran pemanfaatan sumberdaya perikanan, pengelolaan wisata bahari dan dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat pesisir di KKP Nusa Penida didapatkan sebagai berikut dimana Jumlah Wisatawan sebanyak 21 orang; Jumlah Armada Pariwisata yaitu 4 unit; Jumlah Nelayan/Penangkap Ikan sebanyak 4 orang (Hasil tangkapan berupa gurita dan ikan layang sebanyak 11 Kg); dan Jumlah Armada Perikanan sebanyak 4 unit.

Gambar 2. Kegiatan memancing (kiri), Kegiatan pariwisata (kanan) (dok: UPTD. KKP Bali)

Kegiatan lainnya berupa pengecekan pemutihan karang (coral bleaching) di sekitar perairan Suana dan Mangrove Point Lembongan. Pemantauan dan monitoring juga dilakukan terhadap keberadaan pontoon Bali Ocean Club (BOC) pada koordinat S 8°67’96.5″/ E 115°48’53.7” yang terpantau dalam kondisi miring dan hampir tenggelam. Pontoon BOC yang ditemukan berada dibawah perusahaan BMR Dive & Water Sport Bali beralamat di Jl. Pratama No. 99X Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Upaya yang sudah dilakukan oleh pemilik pontoon adalah dengan memasang balon pelampung untuk meningkatkan daya apung pontoon yang hampir tenggelam. Selanjutnya beberapa anggota Tim melaksanakan pengecekan kondisi terumbu karang di dasar perairan sekitar pontoon tersebut. Keberadaan pontoon yang tenggelam berpotensi merusak terumbu karang dan biota laut lainnya serta berpotensi mencemari lingkungan perairan disekitarnya. Permasalahan tersebut akan ditindaklanjuti dengan memberikan saran dan teguran kepada pemilik pontoon agar melakukan upaya pengangkatan atau dipindahkan ke pinggir pantai ataupun lokasi yang aman. (nbs)

Gambar 3. Kondisi Pontoon BOC yang kondisinya miring dan tenggelam (dok: UPTD. KKP Bali)