Patroli Pengawasan Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida Bulan Oktober 2021

Patroli pengawasan rutin Bulan Oktober di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2021 dengan waktu keberangkatan pukul 08.24 WITA. Kegiatan patroli diawali dengan briefing kepada Tim dan rencana rute patroli sesuai SOP Pengawasan KKP oleh I Nengah Bagus Sugiarta selaku Kepala UPTD Kawasan Konservasi Perairan Bali. Kegiatan ini dilaksanakan oleh UPTD. Kawasan Konservasi Perairan Bali berkolaborasi dengan Coral Triangle Center (CTC) dan dihadiri oleh Polair Polres Klungkung (Kasat I Made Susila dan IPTU I Gede Supartha) serta perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung (I Nyoman Karyawan). Rute pengawasan dimulai dari titik nolPelabuhan Sampalan kemudian menuju ke arah utara dan dilanjutkan menuju timur Nusa Penida. Rute selanjutnya kembali ke barat untuk kemudian memutar di Pulau Lembongan dan Ceningan dikarenakan pertimbangan cuaca dan baru menuju ke selatan (Manta Point). Dari Manta Point Tim Kembali ke pelabuhan Sampalan (titik nol).

Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida Bulan Oktober 2021 didominasi oleh kegiatan perikanan kemudian disusul oleh kegiatan wisata bahari. Kegiatan perikanan yang ditemukan adalah kegiatan perikanan berupa nelayan dengan jumlah armada 5 unit (8 orang nelayan) dan 3 orang Nelayan Tebing. Hasil tangkapan nelayan berarmada sebanyak 5 kg Gurita dan 1 kg Ikan Kerapu, sementara Nelayan Tebing belum mendapatkan hasil tangkapan. Pada kegiatan pengawasan ini ditemukan pemanfaatan kegiatan wisata dengan jumlah armada 5 unit dengan jumlah wisatawan sebanyak 25 orang baik wisata memancing, snorkling ataupun diving.

Gambar 1. Kegiatan Pemanfaatan Sumberdaya di KKP Nusa Penida Bulan Oktober 2021 (Dok: UPTD KKP Bali)

Dalam kegiatan pengawasan ini tidak ditemukan adanya pelanggaran di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida. Pengawasan Bulan Oktober ini juga difokuskan untuk kembali melihat kondisi kapal tongkang yang karam di Perairan Jungutbatu pada tanggal 15 September 2021.

Pengecekan yang dilakukan menemukan bahwa Kapal Tongkang Barito yang karam dan kandas ditarik oleh Kapal HOSIANA 3 pada tanggal 15 September 2021 masih berada di perairan Jungutbatu. Menurut informasi pemilik kapal, usaha penarikan terus dilakukan namun terkendala kondisi perairan yang belum baik (pasang belum maksimal) untuk mendukung proses penarikan kapal tersebut. Tim terus melakukan komunikasi dengan pemilik kapal untuk terus memantau proses pemindahan kapal tersebut. (dhy)

Gambar 2. Kapal Karam di Perairan Jungutbatu (12/10/2021) (Dok: UPTD KKP Bali)