Panen Perdana 3 Ton! Bandeng Laut Premium Bali Siap Dongkrak Ekonomi

Selama ini, Provinsi Bali dikenal sebagai salah satu sentra pembenihan bandeng terbesar di Indonesia. Produksi benih (nener) mencapai miliaran ekor per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Filipina dan Taiwan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pelaku usaha pembenihan menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga benih yang berdampak pada stabilitas pendapatan.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, transformasi menuju budidaya pembesaran bandeng laut premium menjadi langkah strategis. Berbeda dengan sistem tambak darat yang kerap menimbulkan keluhan rasa tanah (off-flavor), budidaya di laut melalui keramba jaring apung (KJA) menghasilkan daging dengan tekstur lebih padat, rasa lebih bersih, serta kualitas yang lebih konsisten. Dari sisi gizi, bandeng dikenal sebagai sumber protein tinggi dan kaya asam lemak omega-3, sehingga memiliki daya saing yang baik dibandingkan ikan impor dengan harga yang relatif lebih terjangkau.

Di Kabupaten Buleleng, khususnya Kecamatan Gerokgak, ekosistem usaha bandeng laut premium telah berkembang secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Rantai usaha mencakup penyediaan induk, pembenihan, pembesaran, hingga pengolahan produk bernilai tambah seperti bandeng tanpa duri dan abon bandeng. Meski demikian, penguatan fasilitasi sertifikasi mutu dan standar keamanan pangan masih diperlukan guna memperluas akses pasar. Selain itu, peningkatan kapasitas produksi KJA menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan rantai pasok.

Foto 01. Proses Panen Bandeng di Keramba Jaring Apung (KJA) Laut

Pada tahun ini, dilaksanakan panen perdana hasil pembesaran bandeng laut melalui sistem KJA dengan total produksi mencapai 3 ton. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantauan lanjutan program bantuan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2025 berupa dukungan 200 kilogram jaring KJA yang dimanfaatkan sebagai media pembesaran bagi 12.000 ekor benih bandeng.

Inovasi budidaya bandeng laut premium ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat hilirisasi sektor perikanan daerah, serta mendukung terwujudnya kedaulatan pangan berbasis komoditas unggulan lokal di Provinsi Bali.

Skip to content