Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali kembali memperkuat kampanye konsumsi ikan melalui Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) yang digelar Rabu, 4 Juni 2025, di Living World Denpasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bali Jagadhita ke-6 dan melibatkan siswa SMK Tata Boga dari sembilan kabupaten/kota di Bali.
Kepala DKP Provinsi Bali, Ir. Sumardiana, MP, menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana edukasi yang bertujuan mengubah persepsi masyarakat terhadap olahan ikan. “Ikan Bali sudah diakui dunia. Kami ingin mendorong rumah tangga, terutama ibu-ibu, untuk menjadikan ikan sebagai pilihan utama menu harian,” ujarnya.
Lewat peran aktif pelajar SMK, pesan gemar makan ikan diharapkan tersebar lebih luas, khususnya di kalangan generasi muda. Selain memperkuat minat terhadap kuliner lokal, kegiatan ini juga menjadi ajang eksplorasi rasa dari berbagai daerah di Bali.
LMSI 2025 turut didukung Bank Indonesia, Disdikpora Bali, dan PT PLN (Persero), yang memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan penggunaan kompor induksi sebagai bagian dari kampanye elektrifikasi ramah lingkungan.
Dalam lomba tersebut, SMK wakil Kabupaten Badung berhasil meraih juara pertama, disusul Karangasem sebagai juara dua, dan Tabanan di posisi ketiga.
Sumardiana menyampaikan bahwa LMSI akan terus dikembangkan sebagai strategi mendorong konsumsi dan inovasi dalam pengolahan hasil perikanan Bali. “Ikan bukan hanya sumber gizi, tapi juga pendorong ekonomi dan ketahanan pangan,” tegasnya.
LMSI merupakan bagian dari program nasional Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Tahun sebelumnya, lomba serupa digelar di Hotel The Meru Sanur dengan peserta dari TP PKK kabupaten/kota se-Bali. Saat itu, TP PKK Kota Denpasar meraih juara pertama, disusul Gianyar dan Klungkung.
