PEMANTUAN KESEHATAN KARANG DAN IKAN DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN NUSA PENIDA

Dalam rangka peningkatan kapasitas pengelola KKP dan pemutakhiran data kondisi kesehatan karang dan ikan di KKP Nusa Penida, maka pada tanggal 21 – 26 November 2020, UPTD. KKP Bali bersama Yayasan CTC melaksanakan Pemantuan Kesehatan Karang dan Ikan di KKP Nusa Penida. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan karang dan ikan di KKP Nusa Penida. Pada kegiatan ini melibatkan tim survey berjumlah 13 orang yang terdiri dari UPTD KKP Bali (8 orang), Yayasan CTC (4 orang) dan dari BPSPL Denpasar (1 orang).

Gambar 1. Tim Survey Kesehatan Karang dan Ikan di KKP Nusa Penida (Dok: UPTD KKP)

Survey dilaksanakan di 14 titik lokasi yaitu Atuh, Suwehan, Suana, Manta Point, Manta Bay,  Cristal Bay, Ped, Gamat Bay, Toya Pakeh, Sakenan, Ceningan Point, Mangrove Point,  Batununggul dan Lembongan Bay. Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu metode Point Intercept Transect (PIT) dengan interval dimasing-masing point sebesar 0.5 meter untuk pendataan karang dan Underwater Visual Cencus (UVC) untuk pendataan ikan karang. Pengambilan data dilakukan pada dua kedalaman yang berbeda yaitu kedalaman 3 meter dan 10 meter.

Gambar 3. Proses input dan pengolahan data hasil survey (dok: CTC)

Selanjutnya data akan dianalis dan melakukan pembandingan dengan data pada tahun sebelumnya untuk mengetahui kondisi kesahatan terumbu karang dan dampak yang ditimbulkan dari upaya yang telah dilakukan oleh UPTD KKP Bali. Hasil tersebut nantinya akan berupa dokumen kesehatan karang dan ikan di KKP Nusa Penida Tahun 2020. (sry)

Gambar 3. Proses input dan pengolahan data hasil survey (dok: CTC)

Skip to content